Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

redaksi
17 September 2026
Kategori : Berita
0
Dinasti Krakatau, Letusan 100 Ribu Tahun Lalu Membelah Jawa dan Sumatera

Kapal uap “Berouw” berpindah 3,3 kilo meter dari tempatnya berlabuh karena hempasan gelombang tsunami akibat letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883. GAMBAR: SIMKIN & FISKE/NONTJI (1993)

Kondisi tersebut mendorong pertanyaan penting dalam penelitian, yakni bagaimana kondisi penyimpanan magma berubah dari periode Old Krakatau, Young Krakatau, hingga Anak Krakatau, serta pada fase mana Anak Krakatau berada dalam siklus evolusi sistem kaldera, kata Aditya.

Penelitian dilakukan melalui analisis terhadap 16 sampel batuan yang berasal dari Pulau Sertung, Panjang, Rakata, dan Anak Krakatau. Sampel tersebut terdiri atas lima sampel lava Old Krakatau, dua lava dan lima batu apung Young Krakatau, serta sembilan sampel lava Anak Krakatau.

Aditya menjelaskan bahwa sejumlah metode digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi magma bawah permukaan. Analisis meliputi petrografi menggunakan mikroskop optik, analisis geokimia batuan dengan XRF, analisis kimia mineral dan gelas menggunakan EPMA, pengamatan tekstur mineral magnetik melalui SEM-EDS, serta pengukuran sifat kemagnetan batuan menggunakan magnetic susceptibility dan Isothermal Remanent Magnetization (IRM).

Salah satu pendekatan penting dalam penelitian ini adalah geothermobarometri, yang digunakan untuk memperkirakan tekanan dan temperatur saat mineral mengalami kristalisasi.

Hasil tersebut kemudian dikonversikan menjadi estimasi kedalaman penyimpanan magma, sehingga dapat dibangun gambaran mengenai sistem magma plumbing Krakatau pada setiap periode.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Aditya PratamaBRINGunung Anak KrakatauKrakatauMagma Gunung Anak KrakatauSelat Sunda
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Postingan Terkait

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

18 September 2026
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

18 September 2026

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Next Post
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Gezani Menuju Madagaskar

AMSI Akan Luncurkan Crisis Center COVID-19

Tuna Sirip Biru Berat 200 kg Kembali Didaratkan di Gorontalo

Perjumpaan Ahli Biologi Kelautan dengan Gurita Selimut Langka

Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

Minahasa Utara Diusulkan Menjadi Percontohan Tambang Emas Skala Kecil Ramah Lingkungan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.