Selama enam jam terakhir, Haikui terletak 244 km selatan Taipei, Taiwan, kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC). Sistem ini telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot).
Menurut JTWC data radar terbaru menunjukkan bahwa ketika bagian barat mata bergerak ke darat, telah menghantam pegunungan di dataran tinggi. Mata tersebut terhenti dan gagal melintasi garis pantai sepenuhnya.
Dalam hal intensitas, kata JTWC, medan Taiwan yang tinggi dan terjal akan menghancurkan sistem tersebut selama 12 jam ke depan.
Setelah melewati wilayah daratan, Haikui akan melintasi selat Taiwan. Sistem tersebut akan muncul di Selat Taiwan sebagai topan.
Pendaratan kedua diperkirakan di sepanjang pantai Provinsi Fujian, Cina dalam 36 jam ke depan.
Ketinggian gelombang signifikan maksimum adalah 12,8 meter (42 feet), kata JTWC.
Melansir Focustaiwan.tw, Topan Haikui menghantam Kabupaten Taitung dekat perbatasan kotapraja Chenggong dan Donghe Minggu sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Pada pukul 14.00, badai tersebut bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 22 kilometer per jam, membawa angin berkelanjutan dengan kecepatan 155 km per jam dan hembusan angin hingga 191 kilometer per jam, kata CWB.





Komentar tentang post