Selasa, September 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hari Ini Hingga Awal Februari Cuaca Ekstrem Masih Dapat Terjadi  di Sejumlah Wilayah Indonesia

redaksi
28 Januari 2026
Kategori : Berita
0
La Nina Lemah Tingkatkan Hujan di Wilayah Indonesia

Ilustrasi cuaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya.

Sepekan ke depan, hari ini 28 Januari hingga 2 Februari 2026, potensi cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang dan longsor.

Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, penguatan Monsun Asia dan aliran udara dari Asia membentuk pola awan memanjang akibat konvergensi antar tropis atau InterTropical Convergence Zone (ITCZ) dapat memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Pada skala global, kata BMKG, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur, kata BMKG.

Selain La Nina lemah, aktivitas monsun Asia diprediksi masih cukup persisten hingga dasarian pertama Bulan Februari. Selain itu, Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) juga diprakirakan masih aktif dalam beberapa hari ke depan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGCuaca EkstremLa Nina
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo Naik, Tertinggi di Indonesia Timur

Next Post

Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

Postingan Terkait

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

29 September 2026
BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

29 September 2026

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Next Post
BMKG: La Nina Bisa Berlangsung Hingga April 2025

Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

TERBARU

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Strategi Mitigasi Bencana Kementerian ESDM

Gempa Kuat M6,2 Guncang Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara

WHO Memperluas Pengawasan Penyakit Monkeypox

Dampak Visual yang Menakjubkan dalam Meningkatkan Kesadaran tentang Laut

Tuna Sirip Kuning Mulai Masuk ke Teluk Tomini

Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.