Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hari Ini Hingga Awal Februari Cuaca Ekstrem Masih Dapat Terjadi  di Sejumlah Wilayah Indonesia

redaksi
28 Januari 2026
Kategori : Berita
0
La Nina Lemah Tingkatkan Hujan di Wilayah Indonesia

Ilustrasi cuaca. FOTO: DARILAUT.ID

Monsun Asia

BMKG mengatakan aktivitas Monsun Asia ditandai dengan peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan terpantau dalam sepekan terakhir. Massa udara dari Asia tersebut bergerak ke arah selatan, memasuki wilayah Indonesia.

Peningkatan kecepatan angin tidak hanya teramati di Laut Cina Selatan, namun juga di sekitar Selat Karimata yang mengindikasikan aktivitas CENS.

Saat bertemu dengan massa udara dari belahan bumi selatan, aliran udara dari Asia tersebut membentuk pola awan memanjang akibat konvergensi antar tropis, kata BMKG.

Pola awan yang terbentuk pada ITCZ tersebut memanjang dari wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafura.

Lebih jauh lagi, menurut BMKG, daerah tekanan rendah (Tropical Low) berpotensi terbentuk di Samudera Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, dan daratan Australia barat laut, yang mampu membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan.

Dengan kondisi atmosfer yang relatif lembap dan labil, kondisi cuaca signifikan masih berpotensi terjadi di sebagian Indonesia, khususnya Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan, kata BMKG.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BMKGCuaca EkstremLa Nina
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo Naik, Tertinggi di Indonesia Timur

Next Post

Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

30 September 2026
Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

30 September 2026

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Next Post
BMKG: La Nina Bisa Berlangsung Hingga April 2025

Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

TERBARU

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Nike, Ikan Kerinduan Orang Gorontalo

Terseret Ombak Parangtritis, Seorang Wisatawan Meninggal

BPBD Kota Gorontalo Bentuk Tim Teknis Pengkajian Kebutuhan Pascabencana

Gempa M5,5 Guncang Gorontalo, Teluk Tomini

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Gempa Pohuwato M6,3 Berasosiasi Dengan Subduksi Sulawesi Utara Mekanisme Thrust Fault

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.