Dalam resolusi yang sama, Majelis Umum menegaskan kembali permintaannya kepada Sekretaris Jenderal PBB, Direktur Eksekutif Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Sekretaris Eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (IDB).
Sekretariat menyambut baik partisipasi semua orang dalam kampanye IDB 2025, termasuk sektor swasta, media, akademisi, dan masyarakat luas.

Kampanye Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2025 berupaya memfokuskan perhatian dunia pada hubungan antara Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Tahun ini, tema hari Keanekaragaman Hayati “Harmoni dengan Alam dan Pembangunan Berkelanjutan”. Tema ini menyoroti bagaimana rencana alam terhubung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kedua agenda tersebut harus maju bersama karena saling mendukung.
Selain itu, target Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal sebagai dua agenda universal yang harus dikejar bersama-sama dalam semangat untuk masa depan.
Menurut CBD, setiap orang memiliki cerita tentang keanekaragaman hayati dan tema IDB 2025, biarkan dunia mendengarnya.
Seperti yang disampaikan ahli kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Rignolda Djamaluddin, mengenai tempat mendarat dan peneluran penyu di pantai Manado Utara, yang kembali terancam karena telah dialokasikan untuk lahan reklamasi di Kota Manado.




