Pada 12 Oktober 2005, United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) menganugerahkan UN Sasakawa Award kepada masyarakat Simeulue. Penghargaan tersebut diserahkan di Bangkok, Thailand, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan atas upaya mereka dalam berkontribusi pada budaya global pencegahan bencana, yang sejalan dengan tujuan strategi internasional untuk pengurangan risiko bencana.
Kini, kebanggaan mereka terhadap kata smong telah menyebar ke seluruh Aceh dan mulai diadopsi dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi serta tsunami.
Masyarakat Simeulue, yang merasa bersyukur atas dukungan negara dalam proses rekonstruksi pasca-2004, berkeinginan untuk mengangkat smong ke tingkat nasional. Mereka ingin mempersembahkan smong sebagai kontribusi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurut mereka, kata smong sepatutnya menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia, sekaligus menjadi landasan bagi pemahaman baru mengenai bencana tsunami.
Smong siap menghadapi tantangan ini. Istilah ini telah teruji dalam bencana gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 dengan hasil yang mengesankan. Keberadaan kata tersebut dalam bahasa setempat memberikan definisi (mengetahui apa itu) yang berkaitan dengan pemahaman (mengetahui bagaimana cara bertindak).




