Sumantyo mengatakan dalam mendeteksi bencana tidak bisa hanya mengandalkan sensor yang dipasang di permukaan bumi karena tingkat akurasinya akan kalah dibandingkan tanpa kolaborasi menggunakan satelit.
“Kita perlu data akurat dalam mendeteksi bencana, tidak bisa sekadar mendeteksi bencana dengan sensor optik. Dalam setahun, kita ada hari benar-benar cerah kurang dari 3 bulan. Kalau kita pakai sensor dan pakai info permukaan tanah dan distribusi tanah untuk prediksi bencana kurang akurat,” katanya.
Sumantyo mengatakan, Indonesia dengan satelit yang memadai bisa memantau keadaan permukaan bumi secara waktu nyata.
“Kita bisa memantau secara realtime, kita pantau angin topan tidak mungkin terbangkan pesawat,” ujar Sumantyo.





Komentar tentang post