Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hasil Penelitian, Polri Harus Mendorong Pertambangan Rakyat Berkelanjutan

redaksi
10 Januari 2023
Kategori : Berita
0
Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

Limbah tambang emas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang memiliki kewenangan atas penertiban praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) harus mendorong terwujudnya pertambangan rakyat berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Polisi Pol. Royke Lumowa, mahasiswa Program Doktoral di Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI).

Sebagai representasi negara, menurut Royke, Polri berperan mempertahankan situasi absennya aktivitas PETI secara inklusif atau mencegah aktivitas PETI di wilayah tersebut secara berkesinambungan agar praktik pertambangan rakyat berkelanjutan dapat terwujud.

Praktik PETI terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku. Di Maluku, kasus PETI terjadi di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Menurut Royke kasus PETI di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan keamanan, gangguan kesehatan masyarakat penambang, penurunan perekonomian masyarakat, serta perubahan sosial.

Dalam disertasinya yang berjudul “Penataan Penambangan Emas Tanpa Izin Menuju Pertambangan Rakyat Berkelanjutan”, Royke mengatakan bahwa dampak PETI terhadap lingkungan terlihat dari tingginya tingkat pencemaran dan kontaminasi merkuri dan sianida pada irigasi lahan pertanian di sekitar Gunung Botak.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Limbah MerkuriPembangunan BerkelanjutanPertambangan Emas Skala KecilPolriRamah LingkunganUniversitas Indonesia
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

PLTS UGM Menghemat Energi 20 kWH, Setara 22 Ton CO2

Next Post

Gempa M 7,5 di Laut Banda, Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Postingan Terkait

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

17 Juni 2026
2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

17 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Next Post
Gempa M 7,5 di Laut Banda, Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Gempa M 7,5 di Laut Banda, Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Komentar tentang post

TERBARU

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

6 Nelayan Hilang di Perairan Kupang Masih dalam Pencarian

Bagaimana Aplikasi Pelacakan dan Lalu Lintas Kapal Ikan di Indonesia?

Gangguan Cuaca Awal Ramadan, Waspada Hujan Sangat Lebat

Kapal Ikan Filipina Ditangkap di Laut Sulawesi

Kapal Penumpang Dilarang Beroperasi di Wilayah PSBB

Siklon Tropis 12S Terbentuk di Dekat Kepulauan Cocos

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.