Rabu, Juni 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

redaksi
6 Mei 2022
Kategori : Berita
0
Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Astrofotografer Justin Ng dari Singapura mengabadikan pemandangan meteor Eta Aquarid yang terang saat meluncur di langit malam di atas Gunung Bromo, Jawa Timur, 5 Mei 2013. FOTO: JUSTIN NG/SPACE.COM

Sementara hujan meteor paling terlihat dari Belahan Bumi Selatan atau dekat khatulistiwa dan Belahan Bumi Utara.

Komet Halley menghasilkan dua hujan meteor setiap tahun: Eta Aquarids pada bulan Mei dan Orionid di bulan Oktober.

Sebagian besar hujan meteor tercipta ketika Bumi menembus bidang puing-puing yang ditinggalkan oleh komet yang mengorbit matahari.

Puing-puing berukuran kecil, umumnya seukuran kerikil kecil atau sebutir pasir, tetapi ketika mengenai atmosfer bumi, akan terbakar dan memancarkan kilatan cahaya yang terang.

Pecahan komet Halley inilah yang dapat disaksikan melalui hujan meteor Eta Aquarid. Selain pekan ini, Eta Aquarids akan tetap aktif hingga minggu kedua bulan Mei.

Orang-orang yang berada di bawah langit mendung yang tidak cerah masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan beberapa bintang jatuh selama akhir pekan dan minggu depan.

Komet Halley saat ini jaraknya lebih dari 2 miliar mil jauhnya dari Bumi, lebih jauh dari Neptunus. Jalur terakhirnya melewati matahari adalah pada tahun 1986 dan tidak akan terbang melalui tata surya bagian dalam lagi sampai tahun 2061.

Menyaksikan hujan meteor tahunan Eta Aquarid adalah cara lain menikmati komet, meskipun melihat bintang jatuh adalah pengalaman yang sama sekali berbeda dari melihat komet di langit.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: AstrofotografiAstronomiGunung BromoJawa TimurKomet HalleyMeteorMeteor Eta Aquarids
Bagikan81Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

Next Post

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Postingan Terkait

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Dampak Khas Peristiwa El Niño

3 Juni 2026
Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

3 Juni 2026

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Topan Jangmi Mendekati Kagoshima

Hallo Stroke, Aplikasi Kesehatan Berbasis Digital Kolaborasi UNG, Monash University, UI dan Unsrat

Topan Jangmi Melintas di Dekat Pulau Okinawa

Next Post
Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Topan Jangmi Mendekati Kagoshima

AmsiNews

REKOMENDASI

250 Nelayan Madura Ikut Pendidikan Survival di Laut

Ketua Umum ISNU: Transformasi Intelektual Memiliki Keunggulan Kapabilitas

Lautan yang Terlalu Panas Membahayakan Terumbu Karang

5 Kunci Menghasilkan Cabai Terbaik

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang di Dekat Natuna

Petisi untuk Mengakhiri Perburuan Paus dan Lumba-lumba di Kepulauan Faroe

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.