Sabtu, April 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

redaksi
6 Mei 2022
Kategori : Berita
0
Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Astrofotografer Justin Ng dari Singapura mengabadikan pemandangan meteor Eta Aquarid yang terang saat meluncur di langit malam di atas Gunung Bromo, Jawa Timur, 5 Mei 2013. FOTO: JUSTIN NG/SPACE.COM

Sementara hujan meteor paling terlihat dari Belahan Bumi Selatan atau dekat khatulistiwa dan Belahan Bumi Utara.

Komet Halley menghasilkan dua hujan meteor setiap tahun: Eta Aquarids pada bulan Mei dan Orionid di bulan Oktober.

Sebagian besar hujan meteor tercipta ketika Bumi menembus bidang puing-puing yang ditinggalkan oleh komet yang mengorbit matahari.

Puing-puing berukuran kecil, umumnya seukuran kerikil kecil atau sebutir pasir, tetapi ketika mengenai atmosfer bumi, akan terbakar dan memancarkan kilatan cahaya yang terang.

Pecahan komet Halley inilah yang dapat disaksikan melalui hujan meteor Eta Aquarid. Selain pekan ini, Eta Aquarids akan tetap aktif hingga minggu kedua bulan Mei.

Orang-orang yang berada di bawah langit mendung yang tidak cerah masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan beberapa bintang jatuh selama akhir pekan dan minggu depan.

Komet Halley saat ini jaraknya lebih dari 2 miliar mil jauhnya dari Bumi, lebih jauh dari Neptunus. Jalur terakhirnya melewati matahari adalah pada tahun 1986 dan tidak akan terbang melalui tata surya bagian dalam lagi sampai tahun 2061.

Menyaksikan hujan meteor tahunan Eta Aquarid adalah cara lain menikmati komet, meskipun melihat bintang jatuh adalah pengalaman yang sama sekali berbeda dari melihat komet di langit.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: AstrofotografiAstronomiGunung BromoJawa TimurKomet HalleyMeteorMeteor Eta Aquarids
Bagikan81Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

Next Post

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Postingan Terkait

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

18 April 2026
Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

17 April 2026

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Next Post
Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Bank Indonesia Kerjasama dengan TNI Angkatan Laut Layani Kas di Pulau Terluar

Tim Relawan Medis UNG di Aceh Kembali ke Gorontalo

2022, Puluhan Paus Terdampar di Papua dan Maluku

Ini Daerah Berpotensi Hujan Lebat Awal Januari 2024

Trans Sulawesi di Talumolo Tak Bisa Dilewati Kendaraan

Jadwal Registrasi Tiap Fakultas Calon Mahasiswa Baru UNG SNBP 2024

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.