“WMO berkomitmen untuk bekerja sama dengan para anggota dan mitranya agar risiko yang muncul dapat dideteksi lebih awal dan diterjemahkan menjadi peringatan yang tepat waktu serta dapat ditindaklanjuti bagi masyarakat di wilayah hilir,” katanya.
Pengamatan hidrologis menunjukkan kecepatan dan besaran gelombang banjir yang luar biasa. Menurut ICIMOD, ketinggian air Sungai Trishuli di Galchchi dilaporkan naik hingga sembilan meter dalam waktu 30 menit, sementara ketinggian air di Malekhu meningkat tujuh meter dalam periode yang sama.
Hal ini menunjukkan betapa singkatnya waktu yang dimiliki masyarakat untuk bertindak ketika bahaya pegunungan berkembang cepat menjadi banjir di wilayah hilir.
Beberapa stasiun pemantauan air di sepanjang Sungai Trishuli dilaporkan rusak atau hanyut akibat peristiwa tersebut, meskipun stasiun pemantauan Galchchi tetap beroperasi.
Memperparah situasi bencana, Nepal telah mengalami hujan lebat yang terus-menerus selama sepuluh hari terakhir.
Provinsi Bagmati—lokasi terjadinya bencana—diperkirakan akan sering mengalami hujan. Akibat fenomena pengangkatan orografis di sepanjang kaki bukit selatan Himalaya, hujan lebat lokal atau curah hujan yang sangat deras akan terjadi. Demikian menurut World Meteorological Centre Beijing, yang juga memperingatkan bahwa intensitas curah hujan akan relatif lebih kuat pada tanggal 29 Agustus.



