Darilaut – Tinjauan masa lalu dan sejarah telah memperlihatkan kepada kita dampak yang mengerikan dan tragis dari uji coba senjata nuklir. Uji coba nuklir tersebut tidak membuktikan kekuatan sebuah negara.
Hari Internasional Menentang Uji Coba Nuklir (International Day against Nuclear Tests) diperingati tanggal 29 Agustus, setiap tahunnya.
Hari ini mengingatkan kita akan akibat yang sangat merusak dari tindakan uji coba nuklir — sebuah pelajaran yang diperoleh umat manusia melalui pengalaman yang amat pahit.
”Ini adalah saatnya untuk mengingat para korban dan penyintas akibat tindakan uji coba nuklir, di mana kehidupan, tanah, dan keturunan mereka telah dirusak oleh ledakan nuklir,” demikian pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dalam memperingati Hari Internasional Menentang Uji Coba Nuklir 2026.
”Penderitaan mereka bukanlah sekadar sejarah masa lalu. Ini adalah sebuah peringatan.”
Sekjen PBB mengatakan di masa yang penuh dengan ketegangan geopolitik, perpecahan, dan krisis kepercayaan seperti sekarang ini, sangatlah penting bagi kita untuk waspada dan benar-benar memperhatikan peringatan tersebut.
Tahun ini menandai 30 tahun sejak Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty) mulai ditandatangani, dan 35 tahun sejak ditutupnya lokasi uji coba nuklir Semipalatinsk (sebuah kota di timur laut Kazakhstan).




