Sabtu, Agustus 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

redaksi
29 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Banjir Bandang di Distrik Rasuwa, Nepal. Gambar ini menunjukkan citra satelit sebelum dan sesudah kejadian oleh National Remote Sensing Centre, ISRO, Departemen Antariksa, Pemerintah India. GAMBAR: VIA WMO

“WMO berkomitmen untuk bekerja sama dengan para anggota dan mitranya agar risiko yang muncul dapat dideteksi lebih awal dan diterjemahkan menjadi peringatan yang tepat waktu serta dapat ditindaklanjuti bagi masyarakat di wilayah hilir,” katanya.

Pengamatan hidrologis menunjukkan kecepatan dan besaran gelombang banjir yang luar biasa. Menurut ICIMOD, ketinggian air Sungai Trishuli di Galchchi dilaporkan naik hingga sembilan meter dalam waktu 30 menit, sementara ketinggian air di Malekhu meningkat tujuh meter dalam periode yang sama.

Hal ini menunjukkan betapa singkatnya waktu yang dimiliki masyarakat untuk bertindak ketika bahaya pegunungan berkembang cepat menjadi banjir di wilayah hilir.

Beberapa stasiun pemantauan air di sepanjang Sungai Trishuli dilaporkan rusak atau hanyut akibat peristiwa tersebut, meskipun stasiun pemantauan Galchchi tetap beroperasi.

Memperparah situasi bencana, Nepal telah mengalami hujan lebat yang terus-menerus selama sepuluh hari terakhir.

Provinsi Bagmati—lokasi terjadinya bencana—diperkirakan akan sering mengalami hujan. Akibat fenomena pengangkatan orografis di sepanjang kaki bukit selatan Himalaya, hujan lebat lokal atau curah hujan yang sangat deras akan terjadi. Demikian menurut World Meteorological Centre Beijing, yang juga memperingatkan bahwa intensitas curah hujan akan relatif lebih kuat pada tanggal 29 Agustus.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Banjir NepalEkosistem Pegunungan HimalayaGletser HimalayaNepalProf. Celeste SauloTibetWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Postingan Terkait

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

29 Agustus 2026
Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

29 Agustus 2026

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Perluas Akses Pendidikan di Bolaang Mongondow Utara

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

Ancaman Baru Dari Danau Alami Setelah Runtuhnya Gletser Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet

474 Orang Tewas Akibat Banjir Dahsyat Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet, 1.500 Hilang

TERBARU

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Perluas Akses Pendidikan di Bolaang Mongondow Utara

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Dasar Laut Bolmong M6,0 Akibat Aktivitas Zona Penunjaman Ganda Punggungan Mayu

Kemenhub Uji Petik Angkutan Laut Lebaran 1443 H

Muatan Tol Laut Naik 21 Persen

Wajah Gorontalo di Senayan: Rekam Jejak Kinerja, Harapan dan Kemungkinan Kecewa

Kapal Tanker MT Kristin Terbakar di Perairan Mataram, 3 ABK Hilang

Akun BMKG Hapus Gelombang Pasang di Anyer

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.