Menurut Artati bisnis ikan hias telah teruji sebagai peluang usaha yang menjanjikan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen PDSPKP, nilai ekspor ikan hias Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada periode tahun 2017–2021.
Dari yang semula USD27,6 juta pada tahun 2017 menjadi USD34,5 juta pada tahun 2021. Ekspor ikan hias pada tahun 2021 didominasi oleh ikan hias air tawar sebesar 80,63% atau senilai USD27,8 juta dan sisanya ikan hias air laut senilai USD19,37 juta.
Adapun jenis ikan hias yang paling diminati adalah arwana (super red dan jardini), cupang, botia, koi, maskoki, oscar dan lain-lain.
“Pertumbuhan rata-rata sebesar 6,11% dan nilai ekspor ikan hias di Triwulan I 2022 senilai USD8,97 juta,” kata Artati.
Adapun ekspor ikan hias Indonesia ke Jerman pada tahun 2021 mengalami peningkatan 18,5% dari periode tahun sebelumnya.
Pada Triwulan I 2022, nilai ekspor ikan hias Indonesia ke Jerman sebesar USD437 ribu, meningkat 34,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Frankfurt, Acep Somantri berharap partisipasi Indonesia pada pameran Interzoo dapat meningkatkan ekspor ikan hias dan tanaman hias air ke Eropa, khususnya ke Jerman.
Hal ini mengingat potensi ikan hias Indonesia yang sangat besar dan prospek pasar di Eropa khususnya Jerman juga sangat besar.





Komentar tentang post