Darilaut – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan sebagai rumah bagi lebih dari 490 ribu spesies di 19 tipe ekosistem dengan 74 tipe vegetasi, Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas yang sedang berlangsung.
Indonesia menempuh tiga pilar sesuai tujuan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yaitu konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, akses dan pembagian yang adil serta seimbang atas sumber daya genetik.
Dalam acara PreCOP Biodiversity 2021 – High Level Political Forum atas undangan Pemerintah Kolombia, menurut Menteri Siti, bagi Indonesia Post 2020 Global Biodiversity Framework (GBF) akan menjadi standar keberlangsungan hidup.
Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual pada Senin (30/8) dalam rangkaian kegiatan Third Open Ended Working Group on Post 2020 Global Biodiversity Framework, dipimpin oleh Presiden Kolombia, Ivan Duque Marquez.
Pertemuan ini diikuti oleh empat Kepala Negara dan 15 Menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati keanekaragaman hayati.
Pertemuan bertujuan untuk mempromosikan kerangka kerja global biodiversitas, integrasi dengan sektor produktif. Selain itu, pengembangan aliansi dan koalisi untuk keanekaragaman hayati dan pemulihan lingkungan, serta indikasi dukungan finansial dan kemitraan untuk pola pola baru secara global.





Komentar tentang post