Menurut Siti terdapat tiga poin penting yang perlu diperhatikan pada forum tersebut yaitu target global harus terukur dan fleksibel, ada keseimbangan antara target dan perangkat pendukung pelaksanaannya, serta nilai minimum untuk semua target dan indikator yang dapat dimonitor, untuk dapat dicapai oleh negara-negara di dunia.
Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem menjelaskan capaian signifikan yang telah dilakukan pemerintah. Sebagai contoh, pada tingkat ekosistem, pemerintah berhasil mempertahankan 51 juta hektar kawasan lindung, yang mencakup lebih dari 28% area daratan Indonesia. Termasuk di dalamnya 1.4 juta hektar areal bernilai konservasi tinggi pada wilayah konsesi swasta.
Indonesia cukup berhasil dalam kerja konservasi seperti tercatat bahwa lebih dari 270 lokasi monitoring. Antara lain di Taman Nasional (TN) Gunung Leuser, TN Way Kambas, Kabupaten Aceh Timur, Kutai Barat, dan Kalimantan Timur.
Hingga tahun ini telah terpantau peningkatan populasi dari 25 jenis satwa prioritas yang terancam punah, seperti Jalak Bali, Banteng, Badak Jawa, Owa Jawa, dan Elang Jawa. KLHK juga telah berhasil melepasliarkan lebih dari 200 ribu satwa tahun 2020.
Selain itu, pada level genetik, KLHK terus berupaya mempromosikan bioprospeksi sumber daya genetik Indonesia untuk ketahanan pangan dan kesehatan, seperti pemanfaatan Candidaspongia sebagai anti kanker dan gaharu sebagai bahan disinfektan, yang permintaannya semakin meningkat selama pandemi Covid-19.





Komentar tentang post