Sebagian dari batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Selain itu morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi.
Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari BMKG, kejadian gempa bumi tersebut akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal.
Data Badan Geologi, tahun 2021 terjadi dua kali gempa bumi merusak, pada 26 Juli 2021 dan 26 Agustus 2021, dengan episenter di Teluk Tomini yang bersumber dari sesar normal dan berarah barat laut–tenggara.




