Karena lingkungan yang menguntungkan, topan Muifa yang bergerak ke arah barat laut secara bertahap akan meningkatkan intensitas menjadi 140 km per jam (75 knot) dalam 12 jam, selanjutnya 165 km per jam (90 knot) dalam 24 jam.
Dalam 36 jam, Muifa akan mulai melambat dan membentuk postur kuasi-stasioner saat punggungan subtropis di timur laut terbentuk di utara.
Prediksi JTWC, topan Muifa akan terus meningkatkan intensitas hingga 185 km per jam (100 knot) dan mencapai intensitas puncaknya 205 km per jam (110 knot) dalam dua hari.
Pergerakan yang lambat dan peningkatan intensitas akan menyebabkan upwelling yang akan menjadi salah satu faktor penyebab penurunan intensitas antara 72 dan 100 jam knot saat sistem berbelok ke utara.
Intensitas secara bertahap akan berkurang menjadi 150 km per jam (80 knot) dalam empat hari dan 120 km per jam (65 knot) dalam 5 hari saat Muifa bergerak ke area dengan arus keluar yang lebih rendah dan suhu permukaan laut yang sedikit lebih dingin.
Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) juga telah mengeluarkan informasi detail Muifa Sabtu pada pukul 12.00 waktu setempat. Kondisi aktual saat ini Muifa telah membentuk menjadi kekuatan angin topan yang kuat.
Pergerakan Mufia ke barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot) dan tekanan udara pusat975 hPa. Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 220 km (120 NM), kata JMA.





Komentar tentang post