“Karena itu, salah satu SGO statement yang sudah disepakati yaitu mendorong adanya ocean literacy,” ujarnya.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Mego Pinandito, mengatakan, sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia menjadi yang terdepan dalam riset bidang kelautan.
Mego mengatakan dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Kita ingin Indonesia menjadi leader, apalagi Indonesia sekarang menjadi negara anggota G20, maka harus memainkan peran yang lebih besar dalam riset dan inovasi di bidang kelautan.
Terlebih lagi, menurut Mego, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara-negara Pasifik Barat.
Mego mengatakan saat ini menjadi salah satu prioritas dalam mendukung program kelautan secara nasional untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Mengapa kita mengupayakan bisa menjadi leader? Karena sumber dayanya ada di Indonesia, baik laut dangkal, laut dalam, dan sebagainya, juga biodiversitas kita,” ujarnya.
Berbagai program riset nasional sudah dilakukan, di antaranya riset keanekaragaman hayati laut yang menjadi sumber pangan dan bahan baku obat.
Juga riset terkait tambang dan gunung api di dasar laut. Termasuk riset terkait kebencanaan seperti mempelajari sumber gempa dari dasar laut.





Komentar tentang post