Rabu, Agustus 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Investigasi Dugaan Eksploitasi 14 ABK Indonesia di Kapal Cina Berlanjut

redaksi
8 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Investigasi Dugaan Eksploitasi 14 ABK Indonesia di Kapal Cina Berlanjut

YOUTUBE/MBCNEWS

Merujuk pada keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (07/05), satu awak kapal berinisial E dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Busan karena gejala pneumonia.

14 anak kapal yang lain kemudian menyampaikan keluhan dan gugatan atas perlakuan terhadap mereka di atas kapal. Kisah ini kemudian diangkat stasiun televisi MBC, lalu diulas oleh youtuber Jang Hansol, dan pada akhirnya menjadi viral di media sosial Indonesia.

Beberapa kesaksian awak kapal yang diulas Hansol menyebutkan bahwa kontrak kerja mereka bagaikan “kontrak kerja perbudakan”. Beberapa hal yang disebutkan antara lain jam kerja hingga 18 jam, minum air hasil filtrasi air laut karena tidak diberikan air mineral, dan gaji bulanan sebesar 100 ribu rupiah saja.

Awak kapal meninggal karena penyakit menular?

Pelarungan jenazah di tengah laut yang diperlihatkan dalam berita stasiun TV MBC lalu menjadi sorotan di Indonesia. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) menyatakan bahwa pelarungan jenazah dilakukan pada tiga awak kapal WNI, yaitu pada Desember 2019 dan Maret 2020, di kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, saat berlayar di Samudera Pasifik.

Menurut rilis resmi Kemlu RI itu, kapten kapal telah menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah dilakukan karena kematian awak kapal disebabkan oleh penyakit menular, dan sudah berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Kementerian Luar NegeriperbudakanPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan24Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sudah Bermutasi, Tipe Virus Corona di Indonesia Beda dengan Lainnya

Next Post

ABK Indonesia di kapal China, Tidur Hanya 3 Jam, Makan Umpan Ikan

Postingan Terkait

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Diperkirakan Berakhir Sebulan ke Depan

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Diperkirakan Berakhir Sebulan ke Depan

19 Agustus 2026
Polda Gorontalo Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Bantuan untuk Korban Gempa M 7,7 di NTT

Polda Gorontalo Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Bantuan untuk Korban Gempa M 7,7 di NTT

19 Agustus 2026

Tropical Storm Saudel Forms Near Micronesia, Heads Toward Southern Japan

Badai Tropis Saudel Terbentuk Dekat Mikronesia, Mengarah ke Selatan Jepang

IOM Peringatkan Risiko Perdagangan Orang Pascabencana Gempa Bumi di Kolombia

Korban Meninggal Dunia Gempa Kolombia 304 Orang, Rumah Rusak 26.500, PBB Galang Dana US$23 Juta

658 Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Gempa M 5,2 di Dekat Kabupaten Nagekeo NTT

Next Post
Jenazah Awak Indonesia di Kapal Nelayan China Dibuang ke Laut

ABK Indonesia di kapal China, Tidur Hanya 3 Jam, Makan Umpan Ikan

Komentar tentang post

TERBARU

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Diperkirakan Berakhir Sebulan ke Depan

Polda Gorontalo Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Bantuan untuk Korban Gempa M 7,7 di NTT

Tropical Storm Saudel Forms Near Micronesia, Heads Toward Southern Japan

Badai Tropis Saudel Terbentuk Dekat Mikronesia, Mengarah ke Selatan Jepang

IOM Peringatkan Risiko Perdagangan Orang Pascabencana Gempa Bumi di Kolombia

Korban Meninggal Dunia Gempa Kolombia 304 Orang, Rumah Rusak 26.500, PBB Galang Dana US$23 Juta

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyelundupan Benih Lobster Rp 17,3 Miliar Digagalkan di Bandara Juanda

Hingga 9 Oktober Lebih Dari 3 Juta Orang Terdampak Bencana di Indonesia

Bibit Siklon Tropis 99S di Laut Timor

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Bibit Siklon Tropis 91W Berkembang di Timur Laut Kota Davao

Jangan Lewatkan, Kamis Besok Momen Langka Gerhana Matahari Hibrida

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.