Perwakilan Dewan Pengurus Pusat ISKINDO Sementara Hartono sekaligus Koordinator Program mengatakan, sejak awal Iskindo dan Banyan Tree telah terlibat dalam upaya penanganan bencana di Sulawesi Tengah.
“ISKINDO telah hadir di Palu seminggu setelah bencana terjadi,” ujar Hartono.
Dalam tahap tanggap darurat, ISKINDO telah mengumpulkan dan mendistribusikan kurang lebih 70 ton barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar melalui Ekspedisi Phinisi Bakti. Iskindo juga telah memberikan bantuan alat tangkap dan perlengkapan perbengkelan bagi nelayan di Donggala yang diharapkan dapat membantu nelayan melakukan perbaikan sarana produksinya.
Sementara itu, Banyan Tree bekerjasama dengan NGO membantu memberikan peralatan sekolah, mendirikan ruang belajar sementara untuk anak-anak penyintas, serta toilet umum di wilayah di Palu, Sigi dan Donggala. Banyan Tree juga mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sampah daur ulang menjadi produk yang dapat dimanfaatkan di wilayah Sigi.
Pelaksanaan kali ini melalui tiga komponen program. Pertama, penyediaan sarana produksi. Kegiatan ini berfokus pada pengadaan sarana perahu, mesin, alat tangkap dan alat-alat pengolahan serta pemasaran hasil perikanan yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Kedua, peningkatan kapasitas, terdiri dari serangkaian pelatihan baik manajemen organisasi dan kelembagaan serta teknis dalam pengolahan hasil perikanan. Komponen ketiga, pendampingan dan fasilitasi penguatan kelembagaan dengan target pembentukan kelembagaan koperasi nelayan.*





Komentar tentang post