Jakarta – Semua alat-alat keselamatan pelayaran dalam dan luar negeri harus melalui pengujian yang dilakukan Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP).
Kepala Seksi Rancang Bangun BTKP, Rusdi mengatakan, untuk memastikan terwujudnya keselamatan pelayaran, seluruh alat-alat keselamatan pelayaran (LSA dan FFA), seperti life boat, liferaft, co2 fixed syistem, portable fire extinguisher, serta seluruh peralatan keselamatan pelayaran lainnya yang ada di atas kapal telah melalui proses pengujian dan mendapatkan approval dari BTKP.
Pengujian terhadap alat-alat keselamatan pelayaran ini sebagai komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan keselamatan pelayaran.
Sesuai dengan KM 67 Tahun 2002, tugas tersebut diemban oleh BTKP, yang memiliki tugas utama memastikan alat-alat keselamatan pelayaran melalui uji lapangan dan laboratorium guna mendapatkan sertifikat sebelum dipasarkan.
Pada Kamis (19/12), BTKP melakukan pengujian alat-alat keselamatan pelayaran antara lain 2 (dua) unit Inflatable Life Raft (ILR). ILR pertama adalah produk SG dengan kapasitas 6 (enam) orang. Sedangkan ILR yang kedua memiliki kapasitas 15 (lima belas) orang.
Beberapa produk keselamatan pelayaran didatangkan dari luar negeri yang wajib mendapatkan persetujuan dari BTKP.





Komentar tentang post