Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

redaksi
6 April 2026
Kategori : Berita
0
Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

GAMBAR: ITERA

Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

Darilaut – Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) berhasil mengidentifikasi fenomena benda jatuh yang terlihat di langit Lampung pada Sabtu (4/4) malam. Benda tersebut sampah antariksa (space debris) berupa sisa badan roket CZ-3B R/B milik Tiongkok.

Fenomena cahaya kemerahan yang disertai dentuman itu dipastikan merupakan peristiwa masuk kembali (re-entry) objek buatan ke atmosfer Bumi.

Kepala Pusat OAIL Itera, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa objek CZ-3B R/B merupakan bagian dari roket Long March 3B yang sebelumnya digunakan dalam misi peluncuran satelit oleh Tiongkok pada 23 Januari 2025.

Setelah menyelesaikan tugasnya, menurut Dr. Annisa, bagian roket tersebut tetap berada di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) sebelum akhirnya mengalami penurunan ketinggian akibat gaya hambat atmosfer.

“Ketika benda angkasa memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan partikel udara menyebabkan suhu meningkat dan memicu proses pembakaran,” ujar Dr. Annisa, seperti dikutip dari Itera.ac.id.

Identifikasi sebagai sampah antariksa diperkuat oleh laporan visual dan dokumentasi masyarakat. Fenomena tersebut memiliki ciri durasi relatif panjang, kecepatan lebih lambat dibanding meteor, adanya fragmentasi cahaya yang bergerak searah, serta lintasan yang cenderung horizontal. Karakteristik ini membedakannya dari objek alami seperti meteor atau komet.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Fenomena LangitItera LampungRoket TiongkokSampah Antariksa
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis Akan Berkembang di Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas

Next Post

Objek Terang di Langit Lampung Sampah Antariksa

Postingan Terkait

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

15 Juli 2026
448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

15 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

Objek Terang di Langit Lampung Sampah Antariksa

TERBARU

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyu Mati di Kulonprogo, Sampah Plastik Penyebabnya?

Topan Dora Memicu Kebakaran Dahsyat di Hawaii, 53 Orang Tewas

Tiga Kapal KPLP ke Davao

IPB Tawarkan Konsep Agro-Maritim 4.0

Indonesia Kaji Penerapan Pajak Karbon

Topan Hinnamnor Mendekat dan Akan Melintasi Pesisir Korea Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.