“Ini tentu menjadi tugas kita bersama bagaimana ikut berpartisipasi melestarikan air yang ada di tanah karena bagaimanapun air adalah kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Bambang, di Wisdom Park, saat membuka kegiatan Peringatan Hari Air Sedunia, Sabtu (26/3).
“Hari Air Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 22 Maret, ditetapkan mulai tahun 1992 tapi mulai diperingati sejak tahun 1993. Diperingati oleh dunia, Indonesia, bahkan saat ini UGM juga turut berpartisipasi memperingati.”
Dengan memperingati Hari Air se-Dunia diharapkan mampu membangkitkan banyak pihak dalam upaya berpartisipasi melestarikan sumber air, terutama kelestarian air tanah.
Bambang berharap bagi rumah-rumah atau daerah yang memiliki kelebihan air untuk tidak lupa menutup kran agar air tidak kemana-mana. Karena bagaimanapun ada beberapa saudara yang setiap tahun mengalami kekurangan air, seperti di Gunung Kidul, Afrika dan sejumlah daerah lain.
“Sebagai warga negara sudah saatnya kita ikut bertanggung jawab melestarikan air tanah,” ujar Bambang.
Permasalahan air secara global saat ini telah mendorong diadakannya Peringatan Hari Air Dunia setiap tahun.
Hari Air Dunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, dan inisiatif peringatan ini pertama kali diumumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janiero.





Komentar tentang post