UGM secara rutin berpartisipasi memperingati Hari Air Sedunia karena berbagai isu soal lingkungan terus menjadi perhatian bagi banyak pakar guna dapat meminimalkan berbagai kerusakan lingkungan yang cenderung terus terjadi, termasuk menyangkut persoalan air.
Menjaga kelestarian air perlu dilakukan sedini mungkin agar cadangan air dapat terjaga selamanya.
Meski sempat terhenti di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, di tahun ini UGM kembali memperingati Hari Air Sedunia.
Diinisiasi UGM Residence, peringatan Hari Air Sedunia tahun ini mengusung tema UGM Bergerak Bersama Melestarikan Air Tanah.
Berpusat di Wisdom Park UGM, peringatan Hari Air Dunia kali ini diisi kegiatan Aksi Sosial Sisir Sungai Kali Belik, Aksi Sosial Penanaman Pohon. Aksi Sosial Pelepasan Ikan di Kali Belik dan Action Plan Pembuatan Sarana Penangkap Air Hujan.
Manajer Utama UGM Residence, Wijayanti, M.Si, mengatakan, salah satu permasalahan air di Indonesia adalah semakin berkurangnya sarana tampungan air seperti situ, danau, embung, dan waduk.
Belum lagi ditambah kurangnya kesadaran masyarakat akan pemanfaatan air yang benar sehingga semakin banyak sungai yang tercemar sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurut Wijayanti kondisi semacam ini tentu menjadikan permasalahan air semakin kompleks. Sebagai upaya untuk menjaga kualitas air dan mengembangkan kelestarian air, maka pemerintah dan berbagai stake holder telah melakukan kajian dan upaya melestarikan air khususnya air tanah.





Komentar tentang post