Peneliti kelautan lebih khusus mamalia laut paus Orca, Verrianto Madjowa, mengatakan untuk mengetahui penyebab kematian paus sperma kerdil tersebut perlu dilakukan melalui nekropsi atau autopsi.
Dengan melakukan nekropsi dapat diketahui secara detail penyebab kematian, kata Verri.
Bukan hanya melihat secara fisik dan pengukuran morfometrik atau pengukuran perbandingan badan atau tubuh.
Apalagi, menurut Verri, paus sperma kerdil termasuk mamalia laut yang jarang dilaporkan keberadaannya di Teluk Tomini.
Secara umum, penyebab kematian paus sperma kerdil karena alat tangkap perikanan seperti terjerat jaring insang. Penyebab kematian lainnya karena tabrakan kapal.
”Ada juga kematian karena memakan dan menelan sampah laut. Sampah plastik dikira sebagai mangsa dan ditelan,” ujarnya.
Kondisi ini dapat menyebabkan kematian. Dalam beberapa kasus, paus sperma kerdil yang terdampar di dalam perutnya ditemukan plastik dan sampah lainnya yang menghalangi perut. (Novita J. Kiraman)




