“Sasi merupakan tradisi yang perlu dijaga, karena sangat erat kaitannya dengan kegiatan konservasi. Kami pun mendampingi Zakan Day untuk mengelola sasi secara tepat, untuk menjaga kelestarian biota laut. Dengan begitu, manfaat dari tradisi sasi dapat dirasakan secara terus-menerus,” kata Manajer Senior Bentang Laut Kepala Burung YKAN Lukas Rumetna.
Selain kelompok Zakan Day dari Kampung Salafen, kelompok perempuan Joom Jak Sasi dari Kampung Aduwei, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, yang juga didampingi oleh YKAN dan para mitra telah melakukan buka sasi laut pada 19 Oktober 2023.
Kelompok yang terdiri dari 60 perempuan ini mengelola kawasan sasi seluas 265,55 hektare yang meliputi Tanjung Hanta sampai Muara Ful (Joomsip). Hingga hari ke-9 sejak buka sasi, kelompok Joom Jak berhasil mengumpulkan 953 teripang dengan ukuran rata-rata 28,4 sentimeter.
Selaku mitra pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, penguatan peran perempuan di dalam konservasi melalui tradisi sasi ini menjadi perhatian bagi YKAN.
“Konservasi di wilayah Bentang Laut Kepala Burung berjalan efektif karena didukung oleh sistem sosial budaya dan peran perempuan yang terwujud menjadi kebijakan lokal,” kata Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.
“Salah satu contohnya adalah tradisi sasi. Pengelolan wilayah sasi yang baik tentu akan berkontribusi positif kepada aspek ekologi, sosial, dan ekonomi Masyarakat.”




