Air hujan yang jarang turun memerlukan perhatian khusus agar lebih berhemat dalam memanfaatkannya, menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga, serta mengatur inflow dan elevasi waduk, serta pelepasan air secara proporsional untuk operasional PLTA.
Rekomendasi bagi sektor lingkungan dan kesehatan harus menyiapkan mekanisme respons terhadap kondisi kualitas udara yang kurang sehat berkepanjangan akibat mundurnya awal musim hujan.
Selain itu, mengoptimalkan sirkulasi udara ruangan untuk menurunkan kelembapan saat musim hujan, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan larvasidasi, serta menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah dan penyakit akibat genangan pasca hujan/banjir.
Tetap waspada terhadap kekeringan dan karhutla, terutama pada September-Oktober serta mengoptimalkan sistem drainase dan kesiapan evakuasi mengantisipasi bencana banjir dan longsor pada awal dan puncak musim hujan.
BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar memanfaatkan informasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027 ini sebagai acuan Peringatan Dini (Early Warning) untuk merancang dan mengeksekusi Aksi Dini (Early Action).
Untuk mendukung perencanaan aksi yang lebih rinci dan sesuai dengan kondisi iklim wilayah masing-masing, BMKG menyarankan masyarakat beserta instansi terkait agar berkonsultasi langsung dengan Kantor BMKG terdekat.




