Rabu, Juli 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kemenhub Hibahkan Kapal Pelayaran Rakyat 

redaksi
20 April 2019
Kategori : Berita
0
KLM Pinisi Pusaka Indonesia sandar di Saumlaki.

Kapal pinisi. FOTO: TIM EPBN

Jakarta – Sejumlah pemerintah daerah memperoleh hibah Kapal Pelayaran Rakyat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menerima hibah kapal pelayaran rakyat masing-amsing Provinsi Lampung, Kota Bengkulu, Kota Bima (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Kampar (Riau), Pesisir Barat Lampung, Kabupaten Kayong Utara (Kalimantan Barat), Kabupaten Mesuji (Lampung), Kota Pariaman (Sumatera Barat), Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat).

Sebanyak 12 unit kapal pelayaran rakyat yang dihibabkan ini untuk tahun anggaran 2018. Diharapkan kapal-kapal ini akan semakin meningkatkan konektivitas dan pelayaran rakyat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut menyaksikan penandatanganan Serah Terima Hibah Kapal Pelayaran Rakyat Pembangunan Tahun Anggaran 2018 dari Kementerian Perhubungan (Ditjen Perhubungan Laut) kepada sembilan pemerintah daerah di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (15/4).

Budi mengatakan, rata-rata Pemda yang menerima kapal pelayaran rakyat ini akan memanfaatkan sebagai angkutan penumpang dan wisata. “Safety kapal pelayaran rakyat juga sudah baik,” ujar Budi.

Pengadaan kapal pelayaran rakyat ini, kata Budi, dilakukan agar konektivitas bagi masyarakat meningkat, namun tetap memperhatikan aspek kearifan lokal dan pelayaran rakyat.

Desain kapal pelayaran rakyat ini seperti kapal pinisi. Namun kapal pelayaran rakyat memiliki pengembangan agar dari segi desain lebih efisien, berdaya guna, lebih memiliki daya tahan, dan utilisasi.

Selain menyaksikan penyerahan kapal pelayaran rakyat, Menhub juga menyaksikan kesepakatan bersama antara Kementerian Perhubungan dengan Institut Sepuluh November (ITS) tentang Desain Kapal dan menyaksikan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Peran Pelayaran Rakyat dalam Membangun Konektivitas pada Program Tol Laut.

Budi mengatakan, dengan penandatanganan MOU antara Kemenhub dengan ITS tersebut diharapkan dapat lebih mengefisienkan kapal pelayaran rakyat dari segi desain dan bermanfaat bagi masyarakat.

ITS mengusulkan agar desain kapal pelayaran rakyat selanjutnya tidak menggunakan kayu lagi. Tetapi menggunakan bahan bambu yang dinilai lebih ramah lingkungan (tidak merusak hutan). Penggunaan bambu juga dinilai akan meningkatkan budidaya bambu.

Saat ini, pemerintah memiliki program unggulan di sektor perhubungan laut seperti tol laut dan kapal perintis. Di lain pihak, ada dilema yang dihadapi dalam mengembangkan kedua program unggulan tersebut.

“Konektivitas di bagian timur Indonesia memerlukan angkutan dengan menggunakan kapal besar. Namun di waktu tertentu okupansi sangat rendah,” katanya.

Budi berharap para stakeholder perhubungan (PT Pelni, DPP INSA) dan ITS dapat mencari solusi inovasi agar pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain khususnya di Indonesia Timur berjalan efisien melalui FGD antara ITS dan stakeholder perhubungan terkait.

Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo mengatakan, 94 kapal pelayaran rakyat telah dibangun untuk tahun anggaran 2018. Tahun 2018 sudah diserahkan 24 unit kapal (pembangunan Tahun Anggaran 2017), tahun ini diserahkan 32 unit kapal dan simbolis diserahkan 12 kapal.

“Tahun depan, rencananya kami akan membangun 50 unit kapal,” kata Agus.

Agus mengatakan, kapal pelayaran rakyat yang dihibahkan tersebut dapat menampung 24 penumpang, mengangkut barang hingga 20 ton dan memiliki kecepatan 9 knot.*

Tags: Pelayaran RakyatPerhubungan LautPinisi
Bagikan25Tweet4KirimKirim
Previous Post

BAKTI-Kementerian Kominfo Dukung Ekspedisi Pinisi

Next Post

Satgas Perbatasan di Natuna Utara Minim Alat Komunikasi

Postingan Terkait

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

22 Juli 2026
Transplantasi karang

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

22 Juli 2026

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Natuna Utara

Satgas Perbatasan di Natuna Utara Minim Alat Komunikasi

Komentar tentang post

TERBARU

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Mangrove Ditebang, Nelayan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Gempa Kuat dan Merusak yang Mengguncang Palu dan Sigi Dirasakan VI-VII MMI

Debunking, Membongkar Delapan Mitos Tentang Perubahan Iklim

Jelang PON XX Muatan Tol Laut di Pelabuhan Depapre Meningkat

Sejumlah Warga Meninggal Akibat Banjir di Manado dan Kota Serang

Efek Domino Covid-19 Terhadap Pariwisata, UMKM, dan Masyarakat Pesisir (2)

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.