“Hasilnya, literasi media tidak berkaitan dengan kepercayaan pada media. Juga preferensi politik berkorelasi lemah dengan kepercayaan media,” kata Heychael.
Heychael mengatakan pandangan pembaca atas sebuah isu, lebih menentukan kepercayaan mereka terhadap media arus utama.
Temuan itu ditanggapi positif oleh Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers. Di panggung yang sama Ninik menyimpulkan jika pembaca di Indonesia suka dengan informasi yang akurat.
Sejumlah upaya juga dilakukan Dewan Pers untuk meningkatkan kualitas produk pers. Seperti verifikasi juga uji kompetensi jurnalis. “Pers dan jurnalis profesional akan berdampak langsung pada karyanya,” ujarnya.
Ninik mengatakan sekitar 1.700 perusahaan media terverifikasi administrasi dan sebanyak 17.800 jurnalis tersertifikasi muda, madya dan utama.
Ninik juga mengingatkan jika pembaca bisa turut menjaga kualitas pers dengan melaporkan jika terjadi pelanggaran atas fungsi media.
“Sebanyak 97 persen pengaduan datang dari media sosial,” katanya.
Upaya literasi media juga dilakukan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana, mengatakan, terdapat upaya membantu media mempertahankan kualitas lewat Trustworthy News Indicators.
“Untuk mendapatkan Trustworthy News, media massa itu harus memenuhi 11 indikator dari AMSI,” katanya.




