Darilaut – Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, membeberkan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) sesi 1 hingga sesi 12.
“Jadi sudah ditemukan,” kata Eduart, berbagai kecurangan di sejumlah daerah atau pusat UTBK. Termasuk yang sudah ditemukan pusat UTBK di Gorontalo.
“Gorontalo ada, UTBK Gorontalo anomali ditempat lain,” kata Eduart saat konferensi pers, pada Selasa (29/4).
Lokasi ujian yang sudah ditemukan antara lain di pusat UTBK USU (Universitas Sumatera Utara), pusat UTBK ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), pusat UTBK Undip (Universitas Diponegoro), dan pusat UTB UNEJ (Universitas Jember).
Dari 74 pusat UTBK perguruan tinggi negeri (PTN) dan 32 sub pusat UTBK PTN, “13 pusat UTBK” menemukan kecurangan dengan melakukan,”penggeledahan oleh tim pusat UTBK UNEJ yang menemukan perangkat proxy yang disembunyikan dalam kardus printer di atas lemari,” ujar Eduart.
Pelanggaran ini, menurut Eduart, melibatkan orang dalam yang memasang perangkat sebagai proxy untuk menghubungan PC (personal Computer, komputer pribadi) peserta dengan jaringan eksternal.
Sementara di UTBK Undip, kamera dan hp dipasang di ciput, transmiter dipasang dikuncir rambut dan terdapat alat bantu dengar berukuran sangat kecil yang dipasang ditelinga.




