Akhirnya, ikan ini sampai di permukaan dan dinaikan di atas kapal.
Arifin, Bintang dan enam nelayan lainnya di kapal Cahaya Bilqis memperhatikan dengan cermat tubuh ikan mulai dari bagian kepala hingga ekor, sirip dan kulit tubuh.
Ikan ini beda dengan tuna sirip kuning (Yellowfin tuna) dan ikan tuna mata besar (Bigeye Tuna).
Karena ukuran, bentuk dan warna tubuh yang beda, salah satu nelayan di kapal Cahaya Bilqis yang pernah bekerja di kapal perikanan di Bali mengontak temannya.
Gambar ikan dengan sirip punggung pendek kebiru-biruan dikirim setelah ada jaringan telepon seluler di laut.

”Teman nelayan di Bali bilang tuna sirip biru,” kata Arifin.
Perbedaan lainnya, tuna biasa kulit tidak terlalu hitam, sirip pada ikan tuna sirip kuning agak panjang.
Tuna sirip biru hasil tangkapan kapal Cahaya Bilqis dengan berat 230 kg dan panjang 2,3 meter, lebar bagian tengah lebih dari 50 cm.
Total semua ikan pelagis, seperti cakalang, tuna sirip kuning dan tuna sirip biru yang didaratkan pada Minggu sore itu di Pelabuhan Perikanan Tenda 3 ton atau 3000 kg lebih.
Kapal ikan Cahaya Bilqis berukuran dibawah 5 GT (gross tonnage, tonase kotor). Di kapal ini juga dilengkapi beberapa perahu kecil.
Perahu kecil ini digunakan untuk memancing satu-per-satu. Bila sudah berada di lokasi yang ada ikan pelagis atau tempat rumpon, nelayan menurunkan perahu, kemudian memancing.




