Cahaya Bilqis adalah kapal ikan asal Mandar, Sulawesi Barat. Mereka mulai melaut atau turun sejak September tahun lalu. Menempuh ribuan mil, berhari-hari mengitari Pulau Sulawesi, melewati selatan dan tenggara.

“Kami sempat singgah di Kendari untuk mengambil es,” kata Arifin, yang sudah melaut sejak masih muda.
Cahaya Bilqis melanjutkan pelayaran di Laut Banda hingga Laut Maluku, dan masuk ke Teluk Tomini.

Hasil tangkapan ikan Cahaya Bilqis didaratkan di Kota Gorontalo. Selama melaut atau menangkap ikan dibutuhkan waktu seminggu hingga 10 hari.
Penangkapan ikan yang menggunakan pancing dan kail satu-per-satu yang diterapkan nelayan di kapal Cahaya Bilqis, cukup selektif.
Teknik ini menghindari bycatch atau tangkapan sampingan. Ikan pelagis besar yang ditangkap sesuai target. (Verrianto Madjowa)




