Di Pulau Gajah terdapat anjing laut dan penguin untuk dimakan. Ada sebuah teluk sebagai tempat berlindung dan mendirikan kemah dengan sekoci yang terbalik.
Namun, tidak mungkin ada orang yang datang ke Pulau Gajah untuk menyelamatkan mereka. Letaknya sangat terpencil.
Shackleton dan Frank Worsley kemudian memimpin pelayaran dengan sekoci ke Georgia Selatan. Di lokasi ini terdapat stasiun perburuan paus.
Worsley menavigasi hanya dengan sekstan di atas lautan di Samudra Selatan. Sekstan adalah instrumen navigasi refleksi ganda yang mengukur jarak sudut antara dua objek yang terlihat.
Tim ini akhirnya dapat mendarat di sisi selatan pulau.
Shackleton melakukan misi penyelamatan bersama lima orang lainnya dengan melakukan pelayaran luar biasa sejauh 800 mil atau 1.300 km dengan sekoci untuk mencapai Georgia Selatan.
Shackleton kemudian harus melintasi pegunungan dan gletser, untuk mencari pemburu paus Norwegia.
Kawasan ini, sampai sekarang belum dipetakan dan belum dilintasi.
Misi penyelamatan untuk mencapai anggota ekspedisi yang terdampar di pulau Gajah gagal karena lapisan es laut yang tebal.

Akhirnya, pada tanggal 30 Agustus 1916, upaya penyelamatan keempat berhasil. Rombongan ekspedisi di Pulau Gajah dibawa ke tempat yang aman di Punta Arenas oleh kapal tunda Chili ‘Yelcho’.





Komentar tentang post