Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kisah Shackleton dan Penyelamatan Awak Kapal Endurance 1914-1916 di Antartika

redaksi
11 Maret 2022
Kategori : Berita, Eksplorasi
0
Kisah Shackleton dan Penyelamatan Awak Kapal Endurance 1914-1916 di Antartika

Kapal Endurance bertiang tiga yang digunakan untuk ekspedisi ke Antartika 1914-1915 dan terperangkap dalam lapisan dan bongkahan es. FOTO: FRANK HURLEY/ENDURANCE22.ORG

Di Pulau Gajah terdapat anjing laut dan penguin untuk dimakan. Ada sebuah teluk sebagai tempat berlindung dan mendirikan kemah dengan sekoci yang terbalik.

Namun, tidak mungkin ada orang yang datang ke Pulau Gajah untuk menyelamatkan mereka. Letaknya sangat terpencil.

Shackleton dan Frank Worsley kemudian memimpin pelayaran dengan sekoci ke Georgia Selatan. Di lokasi ini terdapat stasiun perburuan paus.

Worsley menavigasi hanya dengan sekstan di atas lautan di Samudra Selatan. Sekstan adalah instrumen navigasi refleksi ganda yang mengukur jarak sudut antara dua objek yang terlihat.

Tim ini akhirnya dapat mendarat di sisi selatan pulau.

Shackleton melakukan misi penyelamatan bersama lima orang lainnya dengan melakukan pelayaran luar biasa sejauh 800 mil atau 1.300 km dengan sekoci untuk mencapai Georgia Selatan.

Shackleton kemudian harus melintasi pegunungan dan gletser, untuk mencari pemburu paus Norwegia.

Kawasan ini, sampai sekarang belum dipetakan dan belum dilintasi.

Misi penyelamatan untuk mencapai anggota ekspedisi yang terdampar di pulau Gajah gagal karena lapisan es laut yang tebal.

Tim ekspedisi Endurance yang tersisa diselamatkan dari Pulau Gajah pada tanggal 30 Agustus 1916. FOTO: DOK. ENDURANCE22.ORG

Akhirnya, pada tanggal 30 Agustus 1916, upaya penyelamatan keempat berhasil. Rombongan ekspedisi di Pulau Gajah dibawa ke tempat yang aman di Punta Arenas oleh kapal tunda Chili ‘Yelcho’.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: AntartikaBangkai KapalEkspedisiEkspedisi EnduranceKapal Penjelajah Antartika EnduranceSir Ernest Shackleton
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Pendidikan Ilmiah dan Kisah Shackleton Dibalik Pencarian Kapal Endurance di Antartika

Next Post

Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Postingan Terkait

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

25 Mei 2026
SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

24 Mei 2026

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Next Post
Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Komentar tentang post

TERBARU

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

Update Daftar Situs Covid-19 di Indonesia

Penumpang Kapal Laut Naik 9,91 Persen

Indonesia Kembangkan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Sensor

Banjir Merendam Solok Selatan, Tabalong, Langsa, Banjar dan Bandung Barat

Januari – Mei 2020, Terjadi 532 Kali Banjir

26 Provinsi Telah Memiliki Perda Zonasi Wilayah Pesisir

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.