Di Waduk Wonorejo juga ditemukan ikan red devil yang menginvasi waduk tersebut. Kemudian pada sungai-sungai di Palembang, populasi ikan belida turut terancam punah akibat keberadaan ikan sapu-sapu.
Ikan asing dan invasif di Danau Toba yaitu ikan red devil (Amphilophus labiatus), ikan kaca-kaca (Parambassis siamensis), ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.), dan ikan bawal (Colossoma macropomum).
Ikan red devil dianggap paling meresahkan diantara jenis ikan invasif lainnya, karena memiliki sifat yang paling agresif, adaptasi tinggi, dan pertumbuhan paling cepat.
Danau terbesar di Indonesia, yang juga telah rusak akibat invasi ikan red devil, sehingga ikan batak, ikan mas, ikan jurung, mujair, pora-pora dan tiri-tiri kini langka ditemukan di perairan tersebut.
ikan jenis asli/endemik seperti ikan batak dan ikan pora-pora di Danau Toba telah mengalami penurunan stok atau hampir punah.
Ikan Berbahaya
Plt. Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan, Suharta, mengatakan bahwa KKP melalui Direktorat Jenderal PSKDP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Polairud, dalam kurun dua tahun terakhir (2023-2024) telah melakukan 18 kali penindakan terhadap ikan berbahaya dan/atau merugikan yang ditemukan di beberapa lokasi di DIY, Jakarta, Blitar serta Pontianak.




