Rabu, Juli 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kolam Pengendapan Bekas Tambang Prospektif untuk Produksi Ikan Hias

redaksi
12 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Kolam Pengendapan Bekas Tambang Prospektif untuk Produksi Ikan Hias

Ikan hias. FOTO: DARILAUT.ID

Penggunaan spektrum cahaya merah dapat meningkatkan warna ikan botia, cahaya putih untuk ikan cupang dan cahaya biru untuk ikan badut.

Sementara, penambahan karotenoid dalam pakan, seperti ekstrak rosela dapat meningkatkan kualitas warna ikan koki, penambahan astaksantin dalam pakan efektif meningkatkan kualitas warna ikan botia dan ikan rainbow kurumoi.

“Perbedaan warna, corak dan bentuk ikan hias yang signifikan antara jantan dan betina pada spesies yang sama, menyebabkan kualitas jantan dan betina berbeda,” kata Prof Iis.

Sex reversal adalah teknologi membalikkan alat kelamin dari betina ke jantan (maskulinisasi) atau sebaliknya. Pada ikan cupang, bentuk dan warna ikan jantan lebih menarik dan ikan jantan juga menjadi ikan aduan.

Penggunaan hormon 17α-metiltestosteron (MT) dapat meningkatkan agresivitas dan maskulinisasi pada ikan cupang dan ikan pelangi. Teknologi sex reversal menggunakan bahan alami sudah mulai banyak ditemukan, seperti madu, cabai jawa, dan lainnya.

“Langkah strategis dalam pengembangan ikan hias yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan hias, memperkuat inovasi teknologi budidaya ikan hias, serta memperkuat pengetahuan dan keterampilan pembudidaya,” kata Iis.

Menurut Iis perlu dukungan logistik dan infrastruktur produksi dan perdagangan ikan hias dan basis data dan informasi terpadu ikan hias.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Ekspor ikanIkan HiasIPB UniversityPerikanan budidaya
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Menyaksikan Konfigurasi 5 Planet dan Bulan Berbaris Saat Fajar

Next Post

30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

Postingan Terkait

Gempa Venezuela, Kekurangan Pangan Meluas dan Risiko Wabah Meningkat

Gempa Venezuela, Kekurangan Pangan Meluas dan Risiko Wabah Meningkat

1 Juli 2026
Hari Asteroid untuk Mendeteksi dan Melacak Objek Dekat Bumi

Hari Asteroid untuk Mendeteksi dan Melacak Objek Dekat Bumi

1 Juli 2026

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Awal Juli Kemarau Meluas

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Waspada Dampak El Niño 2026

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

Next Post
30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Venezuela, Kekurangan Pangan Meluas dan Risiko Wabah Meningkat

Hari Asteroid untuk Mendeteksi dan Melacak Objek Dekat Bumi

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Awal Juli Kemarau Meluas

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

AmsiNews

REKOMENDASI

95 Persen Narkotika Masuk Indonesia Melalui Jalur Laut

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Tren Naiknya Suhu di Indonesia dan Perubahan Iklim

Memulihkan Ekosistem Mangrove yang Hilang

Mahasiswa KKN Tematik UNG Implementasikan Penggunaan Pupuk Organik

Mengapa Gempa Dahsyat Terjadi di Sarangani, Phivolcs: Ada Palung Cotabato dan Patahan Lokal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.