Selasa, Juni 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kolam Pengendapan Bekas Tambang Prospektif untuk Produksi Ikan Hias

redaksi
12 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Kolam Pengendapan Bekas Tambang Prospektif untuk Produksi Ikan Hias

Ikan hias. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ahli budidaya ikan IPB University Prof Iis Diatin mengatakan pemanfaatan kolam pengendapan di areal bekas tambang sangat prospektif untuk produksi ikan hias.

Melalui intensifikasi, peningkatan produksi ikan hias dapat dilakukan melalui pengembangan areal budidaya pada kolam pengendapan di areal bekas tambang.

“Kami telah melakukan penelitian budidaya ikan hias koi, mas koki dan komet pada kolam pengendapan (settling pond) bekas tambang,” kata Prof Iis saat konferensi pers pra orasi ilmiah guru besar yang digelar secara daring, Kamis (9/6).

Salah satu upaya peningkatan produksi ikan hias yaitu melalui penerapan teknologi budidaya ikan secara intensif.

Upaya ini dilakukan untuk memenuhi target ekspor ikan hias Indonesia, yang ditargetkan sebanyak 2,33 miliar ekor pada tahun 2024.

“Intensifikasi melalui peningkatan padat tebar dapat meningkatkan produksi dan keuntungannya satu sampai tiga kali lipat, dan layak untuk dikembangkan jangka panjang dalam rangka mendukung akuakultur berkelanjutan,” kata Prof Iis seperti dikutip dari Ipb.ac.id

Ketiga jenis ikan hias yang diujicobakan, semuanya mampu hidup dalam kolam pengendapan, dengan nilai kelangsungan hidup tertinggi pada ikan koi.

Untuk mengatasi masalah rendahnya kualitas ikan hias, menurut Iis yang juga Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), telah ditemukan teknologi untuk meningkatkan kualitas warna, pola dan corak ikan hias.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Ekspor ikanIkan HiasIPB UniversityPerikanan budidaya
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Menyaksikan Konfigurasi 5 Planet dan Bulan Berbaris Saat Fajar

Next Post

30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

Postingan Terkait

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

30 Juni 2026
Setiap Orang Bersiap Menghadapi Kekeringan dan Tidak Terkejut dengan Banjir

Awal Juli Kemarau Meluas

30 Juni 2026

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Waspada Dampak El Niño 2026

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

WMO Dibangun di Atas Saling Ketergantungan Global dengan Solusi Bersifat Kolektif

Fakultas Kedokteran UNG Pertahankan Kelulusan 100 Persen Uji Kompetensi Nasional

Next Post
30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

30 Varian Ikan Nemo Telah Dibudidaya dengan Metode Kawin Silang

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Awal Juli Kemarau Meluas

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Waspada Dampak El Niño 2026

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

AmsiNews

REKOMENDASI

Kementerian Kelautan Punya Logo Baru

Nelayan Penangkap Rajungan

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Dapat Terjadi di Gorontalo dan Wilayah Lainnya

Pakan Mandiri Beri Nilai Tambah bagi Pembudidaya

Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.