Hilirisasi kelapa menjadi bagian dari amanat RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) berperan dalam mengimplementasikan amanat tersebut untuk mengintegrasikan riset dan inovasi menjadi produk bernilai tambah.
BRIDA juga sebagai penghubung strategis dengan BRIN dan kementerian/lembaga lain untuk menjamin sinergi dan perlindungan hukum inovasi.
“BRIDA sebagai penguat ekosistem riset dan inovasi, melalui percepatan komersialisasi dan koordinasi lintas instansi, sebagai fasilitator transformasi riset ke produk siap pasar, didukung perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan penguatan SDM inovasi,” kata Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sukmo Harsono.
Pasar global diperkirakan tumbuh 7,05% sampai tahun 2029 dengan permintaan terbesar dari Eropa, Amerika Serikat dan China, serta untuk produk makanan dan minuman, kosmetik, kesehatan dan tekstil.
Indonesia menguasai pasar gula kelapa dan briket shisha terbesar di dunia. Potensi pasar dalam negeri yang sangat besar.
Dari 278 industri pengolahan kelapa, 16 di antaranya terintegrasi, 83 persen di Jawa dan Sumatera. Kemajuan riset dan inovasi untuk produk masa depan yang multi manfaat: karbon aktif, nanoselulosa, MCT, dan lain-lain. Potensi pendanaan hilirisasi dari BPDP.




