Kamis, Agustus 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

redaksi
22 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Padan lamun sebagai tempat berkembang ikan-ikan karang berperan penting dalam mengurangi laju perubahan iklim. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Oseanologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), A’an Johan Wahyudi, mengatakan dalam konteks ekosistem lamun, faktor emisi menunjukkan laju kehilangan karbon yang sebelumnya tersimpan di dalam biomassa lamun dan berpotensi mencerminkan proses awal pelepasan karbon dari sistem pesisir.

Riset terbaru BRIN mengungkap bahwa faktor emisi karbon dari ekosistem lamun (seagrass) di Indonesia tidak seragam.

Dalam riset ini, A’an mengenalkan metode perhitungan faktor emisi karbon lamun. Faktor emisi adalah angka yang menggambarkan seberapa besar karbon yang dilepaskan ke atmosfer per satuan luas ekosistem per tahun akibat degradasi atau gangguan.

Selama ini, Indonesia masih menggunakan faktor emisi global (Tier-1 IPCC) untuk menghitung emisi karbon dari lamun.

“Padahal, kondisi lamun Indonesia, baik dari sisi tekanan aktivitas manusia, dinamika pesisir, maupun stok karbon, sangat beragam dan tidak bisa diwakili oleh angka rata-rata global,” ujar A’an.

Wilayah pesisir di Jawa dan sebagian Sumatra memiliki tekanan antropogenik yang jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan timur Indonesia yang relatif lebih alami.

Untuk mengatasi keterbatasan data seri jangka panjang, A’an menggunakan pendekatan chronosequence modeling.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: A’an Johan WahyudiBRINEkosistem LamunEmisi KarbonPadang LamunSeagrass
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Guru Besar Fakultas Kelautan Prof. Femy Sahami Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo

Next Post

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Postingan Terkait

Suhu Global Teratas November dan Januari Setelah Puncak El Niño

Suhu Global Teratas November dan Januari Setelah Puncak El Niño

13 Agustus 2026
Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Tangani 1.286 Telur Penyu di Sambas

Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Tangani 1.286 Telur Penyu di Sambas

13 Agustus 2026

Budaya Akademik dan Kehidupan Kampus Langkah Awal Pembekalan Bagi Mahasiswa Baru UNG

Tersebar di 11 Fakultas Sebanyak 5.166 Mahasiswa Baru Menjadi Bagian UNG

Badai Tropis Nangka Terbentuk di Laut Filipina, Mengarah ke Utara Jepang

Vegetasi Kering, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia

Juli Tahun Ini Bulan dengan Kondisi Ekstrem, Kebakaran Hutan Luar Biasa Melanda Eropa, AS dan Kanada

Rekor Tertinggi Suhu Permukaan Laut, Dunia Mencatat Bulan Juli terhangat Kedua Dalam Sejarah

Next Post
Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

TERBARU

Suhu Global Teratas November dan Januari Setelah Puncak El Niño

Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Tangani 1.286 Telur Penyu di Sambas

Budaya Akademik dan Kehidupan Kampus Langkah Awal Pembekalan Bagi Mahasiswa Baru UNG

Tersebar di 11 Fakultas Sebanyak 5.166 Mahasiswa Baru Menjadi Bagian UNG

Badai Tropis Nangka Terbentuk di Laut Filipina, Mengarah ke Utara Jepang

Vegetasi Kering, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Peringkat ke-3 di Dunia Penderita Gangguan Penglihatan

PPPK UNG Resmi Dilantik, Rektor Ingatkan Disiplin dan Integritas ASN

Kapal Wisata Terbalik di Teluk Ha Long Vietnam, 35 Orang Tewas

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Politeknik Manado Gelar Kompetensi Keahlian Selam Dive Master

Pergerakan Topan Muifa Mirip Hinnamnor

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.