Jumat, Mei 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi Tubuh Paus Pembunuh Tergantung Ikan Salmon

redaksi
9 September 2021
Kategori : Berita, Orca
0
Kondisi Tubuh Paus Pembunuh Tergantung Ikan Salmon

Foto sekelompok paus pembunuh penduduk Selatan saat mengejar ikan salmon yang dikumpulkan selama penelitian kesehatan dengan drone terbang non-invasif dengan ketinggian di atas 100 kaki. Penelitian disahkan oleh izin NMFS #19091. FOTO: VIA SANJUANJOURNAL.COM

Paus orca K pod tidak memiliki hubungan yang jelas dengan populasi salmon yang diperiksa dalam penelitian ini. Namun, paus orca K pod juga mengalami sedikit perubahan kondisi tubuhnya selama masa penelitian.

Polong K dan L menghabiskan lebih banyak waktu mencari makan di perairan luar Washington dan Oregon daripada Polong J. Pola mangsa bervariasi dan lebih menantang untuk dikaitkan dengan perubahan kondisi tubuh paus orca.

Sebaliknya, J pod lebih banyak bergantung pada salmon Chinook. Perbedaan kondisi tubuh antara ketiga polong mencerminkan pola mencari makan yang berbeda.

Peneliti menemukan kondisi masing-masing paus memberikan wawasan tentang kesehatan paus orca.

Tubuh yang Kurus

Studi ini juga mengungkapkan bahwa paus orca dengan kondisi tubuh yang buruk dua hingga tiga kali lebih memungkinkan mati di tahun depan daripada paus yang lebih sehat.

Peneliti pascadoktoral di Pusat Sains Perikanan Barat Daya NOAA Fisheries, Joshua Stewart, mengatakan masuk akal bila pod yang berbeda akan memiliki tren yang berbeda pula dalam kondisi tubuh. Paus orca ini memiliki distribusi yang berbeda, dan itu mungkin karena menargetkan sumber mangsa yang berbeda.

“Apa yang konsisten di ketiga kelompok adalah bahwa paus (orca) kurus tampaknya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Jika Anda dapat menentukan bahwa kesehatan mereka memburuk, mungkin ada peluang untuk mengambil tindakan sebelum paus tersebut memburuk melewati titik pemulihan,” ujar Stewart.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: NOAA Fisheriespaus orcaPaus PembunuhSalmon Chinook
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Razan Al Mubarak Terpilih Sebagai Pemimpin Baru IUCN

Next Post

Bone Bolango dan Buru Terdampak Banjir dan Angin Kencang

Postingan Terkait

Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

15 Mei 2026
Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

15 Mei 2026

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Next Post
16 Provinsi Waspada Potensi Hujan Lebat dan Banjir

Bone Bolango dan Buru Terdampak Banjir dan Angin Kencang

Komentar tentang post

TERBARU

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

AmsiNews

REKOMENDASI

Tiga kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Natuna

Banjir di Pakistan Menewaskan 777 Orang

Sungguh Menakjubkan Struktur Terumbu Karang Raksasa di Australia

Banjir Melanda Kota Palopo dan Kabupaten Luwu

Gempa Kuat M6,0 Guncang Pohuwato Gorontalo

Bibit Siklon Tropis Bergerak di Utara Timur Laut Jayapura

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.