Perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan tanpa hambatan tetap menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut dan meringankan penderitaan manusia, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Sekolah Terdampak Parah
Sekolah-sekolah terus terdampak parah, dengan total 472 gedung pendidikan digunakan sebagai tempat penampungan kolektif, membatasi akses pendidikan bagi ribuan siswa.
Beberapa anak telah kembali ke sekolah yang sama tempat mereka sebelumnya berlindung selama eskalasi tahun 2024, memperparah gangguan jangka panjang yang disebabkan oleh runtuhnya ekonomi Lebanon, ledakan Pelabuhan Beirut, dan pandemi COVID-19.
Layanan Kesehatan
Serangan terhadap layanan kesehatan dan personel kemanusiaan terus meningkat, menurut laporan terbaru. Puluhan orang terluka di tengah serangan berulang terhadap rumah sakit, ambulans, dan transportasi medis.
Lima rumah sakit dan 49 pusat kesehatan kini tidak beroperasi, sangat membatasi akses ke perawatan penyelamatan jiwa karena insiden korban massal terjadi di berbagai provinsi.
Personel kemanusiaan juga terkena dampaknya, dengan serangan baru-baru ini di Baalbek yang menewaskan seorang pekerja kemanusiaan setempat dan dua anak.
Serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran serius atas penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, yang secara eksplisit melindungi personel medis, fasilitas, dan personel kemanusiaan, kata OCHA.




