Anggota Dewan Pakar ISKINDO Dr Muh Lukman mengatakan, dengan konsumsi ikan 50 kg per kapita di dalam negeri bila berjalan dengan baik, MSY (Maximum Sustainable Yield) sudah seimbang dengan potensi ikan laut 12,5 juta ton.
Masyarakat yang mengonsumsi ikan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Ini tidak hanya di Indonesia, melainkan di berbagai negara.
Namun, yang menjadi permasalahan, ikan yang dikonsumsi ini berasal dari hasil tangkapan yang tidak terlaporkan.
“Banyak yang makan ikan, tapi unreported,” katanya.
Menurut Ketua umum ISKINDO M Zulficar Mochtar, konsumsi ikan masyarakat Indonesia sebelumnya 38 kg per kapita naik menjadi 50 kg per kapita. Penting untuk menghitung kenaikan konsumsi ikan bukan hanya pada perbaikan gizi masyarakat, melainkan juga pendapatan bagi nelayan dan negara.

Zulficar mengatakan, ke depan sektor kelautan akan menghadapi banyak tantangan yang luar biasa, terutama ancaman eksploitasi dan monopoli.
“Jangan sampai pembangunan maritim ini menjadi simpang siur,” ujarnya.
Diskusi ini serangkaian dengan acara halal bi halal yang dihadiri sejumlah alumni kelautan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Sekjen Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (Himitekindo) Zaky Syahri.
Diskusi yang dipandu Ketua Harian ISKINDO, Moh Abdi Suhufan dengan tema “Proyeksi Pertumbuhan dan Pendapatan Negara dari Sektor Kelautan 2019-2024.”*





Komentar tentang post