Darilaut – Korban tewas akibat Topan Kalmaegi di Filipina bertambah menjadi menjadi 80 orang dan puluhan lainnya masih hilang.
Topan Kalmaegi dengan nama Filipina ”Tino” mendarat di Silago, Leyte Selatan, pada Selasa (4/11) dan menghantam sejumlah wilayah di Filipina. Kalmaegi melintasi perairan pantai San Francisco, Cebu, dan Kepulauan Camotes, wilayah Visayas Barat dan Pulau Negros.
Hari ini, Kamis (6/11) topan Kalmaegi sudah berada di Laut Cina Selatan, menuju pendaratan selanjutnya di Vietnam.
Pada pukul 08.00 pagi, Kalmaegi terletak sekitar 550 kilometer tenggara Da Nang dan diperkirakan bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 28 kilometer per jam menuju Vietnam tengah, kata Observatorium Hong Kong (HKO).
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Kalmaegi telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 33 km per jam (18 knot). Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7,6 meter (25 kaki).
JTWC memperkirakan topan ini akan mencapai intensitas puncaknya dalam 18 jam ke depan.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), jumlah korban tewas yang dilaporkan akibat Topan Tino telah meningkat menjadi 66, kata Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (NDRRMC) pada hari Rabu.




