Badai itu meningkat dengan cepat, meningkat delapan tingkat hanya dalam 24 jam, dan mempertahankan kekuatan topan supernya untuk waktu yang lama. Bahkan setelah mendarat di Pulau Hainan, Cina, dengan intensitas topan super.
Fitur yang sangat mencolok dari Yagi adalah pola pelemahannya yang tidak teratur.
Biasanya, badai kehilangan kekuatan dengan cepat setelah melewati Pulau Hainan dan memasuki Teluk Tonkin, tetapi Yagi tidak seperti tren tersebut.
Meski telah melemah menjadi depresi tropis saat bergerak ke pedalaman di barat laut Vietnam, Yagi membawa hujan lebat yang luar biasa.
Dalam diskusi dengan para ahli internasional dari Pusat Prakiraan Topan Regional Jepang dan Biro Meteorologi China, “semua sepakat tentang karakteristik Topan Yagi yang tidak biasa dan curah hujan signifikan yang dipicu di Teluk Tonkin, dataran tengah utara Vietnam, daerah pegunungan, dan Cina selatan,” kata Khiem seperti dikutip dari Vietnamnews.vn.
Sementara itu, topan super Yagi mendarat di Provinsi Hainan, di selatan Cina, pada Jumat (6/9). Yagi tercatat topan terkuat yang mendarat di Cina menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan 95 terluka.
Lebih dari satu juta orang dievakuasi di Hainan dan provinsi Guangdong. Hingga Minggu (8/9) malam 769.000 rumah tangga di Hainan tanpa listrik. Sebanyak 10.000 pekerja melakukan perbaikan listrik di Guangdong, Guizhou, dan Guangxi.




