Survei diawali dengan melakukan pemasangan dan uji coba peralatan MBES, ADCP dan SBP yang penggunaannya masih jarang dimanfaatkan agar pengaturan, pengoperasian, dan pemanfaatan selama survei berlangsung dapat dilakukan dengan baik.
Berkolaborasi dengan Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis sebagai salah satu dosen Oseanografi di ITB, pengambilan data pada hari kedua survei dilakukan menggunakan CTD Valeport Midas+.
Peralatan ini untuk mengukur konduktivitas, suhu, salinitas, kekeruhan, klorofil-a, pH, oksigen terlarut, PAR, fluorometer dan densitas di 19 titik wilayah perairan Cirebon.
Pengambilan sampel sedimen dan air laut juga dilakukan dengan menggunakan grab sampler dan niskin bottle di 10 titik Perairan Cirebon.
Sepanjang perjalanan menuju titik pengukuran, dilakukan pengambilan data dengan menggunakan ADCP yang telah dipasang di bagian sisi kapal ARA.
ADCP yang digunakan dalam survei ini juga dilengkapi dengan sistem VM (Vessel-Mounted) yang memungkinkan pengukuran akurat melalui revisi lokasi real-time saat kapal survei tersebut sedang bergerak.
Pada hari ketiga dan keempat, survei dibagi menjadi 2 kegiatan. Pertama, survei kelautan, kedua survei drone (kendaraan udara tanpa awak).
Survei kelautan yang dilakukan selama 2 hari difokuskan pada pengukuran batimetri menggunakan peralatan MBES dengan area cakupan MBES seluas 3 km x 1,7 km (5,1 km2).





Komentar tentang post