Menurut Handry, selain KN Kalimasadha P-115, unsur lain yang terlibat yaitu kapal KRI Mubara dan kapal BC 20008. Nakhoda SV Winposh Resolve menginformasikan kepada Nakhoda KN Kalimasdha P-115 Nico Morris Selayar bahwa yang on board hanya dari kapal KRI Mubara dan Kalimasdha P-115, sedangkan BC 20008 hanya melakukan pengawalan.
Nakhoda Nico Morris menjelaskan kronologi peristiwa tersebut saat crew SV Winposh Resolve sedang melakukan dinas jaga dan istirahat.
Tiba-tiba perampok yang berjumlah 6 orang menaiki SV Winposh Resolve dari buritan kapal. Merek menggunakan speed boat dan diketahui mereka membawa senjata tajam dan senjata api.
Handry mengatakan, crew SV Winposh Resolve membunyikan alarm dan melaporkan kejadian menggunakan Radio VHF ke TB SMS Sangatta dan diteruskan ke VTS Batam.
Hingga pukul 03.00 WIB KN Kalimasadha P-115 tetap melakukan pengawalan SV Winposh Resolve sampai posisi berlabuh jangkar yang aman.
Usai menjalankan tugas pengawalan, KN Kalimasadha kembali ke posisi pengawasan kapal MV Sharaz GT 74.175 yang kandas di perairan Batu Berhenti.
Adapun kapal SV Winposh Resolve merupakan kapal berbendera Indonesia dengan GRT 2588 T yang dinakhodai Rohman Arif Hidayat berlayar dari Labuan FT Malaysia tujuan Pulau Sambu Indonesia.





Komentar tentang post