Kamis, September 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

KRI Usman Harun-359 Tinjau Situasi Anak Krakatau

redaksi
11 Januari 2019
Kategori : Berita
0
KRI Usman Harun-359

FOTO: TNIAL.MIL.ID

Jakarta – KRI Usman Harun-359 membantu memasang peralatan pendeteksi gempa yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, selain memasang peralatan pendeteksi gempa, KRI Usman Harun-359 meninjau langsung situasi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Yudo Margono, situasi di Lampung dan Banten sudah mulai membaik pasca bencana tsunami, sehingga pasukan ditarik.

Sebelumnya, Koarmada I telah mengerahkan 200 personil dari Komando Pasukan Katak, Lantamal III dan Lanal Banten, serta Lanal Lampung yang langsung ke lokasi.

Saat ini, satu KRI standby, yaitu KRI Usman Harun-359 yang membantu BMKG memasang alat deteksi gempa.

BMKG masih menerapkan zona waspada tsunami. Zona tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau serta mempertimbangkan kondisi lereng atau tebing dasar laut di Selat Sunda sehingga kita harus senantiasa waspada.

BMKG telah memasang alat ukur ketinggian air (water level) di dermaga Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Pemasangan alat ini dengan bantuan Kapal Republik Indonesia (KRI) Torani-860.

Alat ini dipasang di pulau dekat Gunung Anak Krakatau untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi gelombang tsunami di Selat Sunda karena gempa tektonik maupun vulkanik.*

Tags: Gunung Anak KrakatauTNI Angkatan Laut
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Kelangsungan Hidup Transplantasi Karang di Bone Bolango Diatas 95 Persen

Next Post

Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Stop Beli Tiket Pertunjukan Lumba-lumba

Postingan Terkait

Laporan Terbaru, Panas Laut Akibat Perubahan Iklim Mempersempit Peluang Pemulihan Terumbu Karang

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

10 September 2026
Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

10 September 2026

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post
Lumba-lumba

Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Stop Beli Tiket Pertunjukan Lumba-lumba

Komentar tentang post

TERBARU

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Bakal Calon Rektor UNG Mulai Mendaftar

Harga Hiu Belimbing Hidup Mencapai Rp 63 juta Per Ekor

Gempa Kuat Mengguncang Cina Barat Daya, 46 orang tewas

Cantrang Beroperasi 1960, Pedoman FAO 1970

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.