Tetap menjadi tujuan utama komunitas global untuk membuka kembali selat tersebut guna memfasilitasi aliran minyak dan pupuk.
Heslop mengetahui bahwa angkatan laut Iran memiliki persediaan ranjau laut yang sangat besar sebelum konflik.
Namun tidak ada laporan yang dikonfirmasi yang menyatakan secara pasti jumlah atau jenis yang telah digunakan, tetapi ranjau laut relatif mudah ditempatkan.
Heslop mengatakan jika mempertimbangkan ranjau darat, biasanya ranjau tersebut diletakkan di atas atau di bawah permukaan. Dan setelah diletakkan, ranjau tersebut tetap di tempatnya, kecuali terjadi gempa bumi, tanah longsor, atau volume air yang besar yang memindahkannya.
”Tantangan dengan ranjau laut, ranjau tersebut dapat diletakkan dalam tiga lapisan: mengapung di permukaan, mengapung di dalam air, atau ditempatkan di dasar laut,” kata Heslop.
Jelas, jika mengapung, ranjau tersebut rentan terhadap arus pasang dan dapat berpindah lokasi. Ranjau laut juga dapat diikat dan diamankan di satu lokasi, kata Heslop.
Menurut Heslop ranjau laut dapat terbuat dari plastik atau logam. Mekanisme pengaktifannya meliputi kontak dengan lambung kapal, pengaruh magnetik, atau dapat diledakkan dari jarak jauh, atau diatur waktunya untuk meledak.
Jika ranjau laut terbuat dari logam magnetometer (yang mengukur perubahan medan magnet) akan menemukannya. Terdapat juga berbagai alat deteksi sonar (gelombang suara) dan radar (gelombang radio) canggih untuk menemukan perangkat bawah air.




