”Faktor lain yang menantang di dalam air adalah lapisan suhu yang dapat bertindak sebagai reflektor dan membuat deteksi lebih sulit,” kata Heslop.
Heslop mengatakan jika ranjau berada pada kedalaman di mana terdapat lapisan suhu yang berbeda di atasnya, dan sonar telah dikerahkan, sonar tersebut dapat terdegradasi atau terdefleksi karena lapisan suhu tersebut.
Sebagian besar angkatan laut memiliki beberapa kemampuan untuk menangani ranjau. Konflik ini terjadi pada saat transisi dari kapal penyapu ranjau kuno dengan awak, ke teknologi baru yang menggunakan drone atau robotika bawah air untuk menemukan ranjau.
Jika ada kesepakatan damai atau perjanjian di Selat Hormuz dan ranjau telah dipasang, maka untuk masa mendatang, kemungkinan akan ada persyaratan, ”karena sifat dinamis ranjau laut, untuk membentuk konvoi dan menyisir ranjau di depan konvoi tersebut,” ujar Heslop.
Konvoi kemungkinan akan beroperasi di saluran selebar beberapa kilometer yang telah dibersihkan dari ranjau. Tidak mungkin setiap meter persegi Selat Hormuz akan dibersihkan setiap hari. Selain itu, tergantung pada arus dan pergeseran pasang surut.




