Sementara itu, Direktur Yayasan ASRI, Nur Febriani mengatakan pihaknya membutuhkan sebanyak kurang lebih 95.000 buah ecopolybag untuk mendukung upaya rehabilitasi yang akan dilakukan tahun ini.
Oleh karena itu, kata Febriani, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Gunung Palung yang telah melakukan inisiasi pembuatan ecopolybag dari bambu.
Setelah melakukan beberapa kali riset dan percobaan, ecopolybag yang digagas dan diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu ecopolybag yang layak untuk digunakan dalam kegiatan rehabilitasi. Sehingga kegiatan rehabilitasi yang dilakukan menjadi lebih ramah lingkungan dan tanpa limbah plastik.
Saat ini, 3 ketua kelompok kemitraan konservasi binaan Balai Taman Nasional Gunung Palung telah melakukan penandatanganan kesepakatan kerja/kontrak kerja pembuatan ecopolybag dari bambu dengan Yayasan Asri.
Kelompok tersebut yaitu Kelompok Sinar Baru, Kelompok Lubuk Tapah, dan Kelompok Kayek Melayet Besame. Penandatanganan dilakukan di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sukadana Kabupaten Kayong Utara, Jumat (11/6).
Adapun besaran nilai kontraknya sebanyak 35.000 buah ecopolybag bambu untuk jangka waktu selama 5 bulan.





Komentar tentang post