Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kurangi Sampah Plastik, Rehabilitasi Hutan dengan Ecopolybag

redaksi
15 Juni 2021
Kategori : Berita, Konservasi, Sampah & Polusi
0
Kurangi Sampah Plastik, Rehabilitasi Hutan dengan Ecopolybag

Ecopolybag dengan bahan baku bambu dan jenis organik lainnya sebagai pengganti polybag yang berbahan plastik. FOTO: KLHK

Darilaut – Dalam kegiatan rehabilitasi kawasan hutan atau penanaman biasanya menggunakan polybag atau kantong plastik berwarna hitam dengan lubang kecil.

Penggunaan polybag ini termasuk cara yang tidak ramah lingkungan. Hal ini karena polybag akan menyisakan sampah plastik.

Untuk mengurangi bahan baku dari plastik untuk proses penanaman atau rehabilitasi kawasan hutan, Balai Taman Nasional Gunung Palung mulai gencar mengganti polybag dengan ecopolybag.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung M. Ari Wibawanto mengatakan pembuatan ecopolybag merupakan langkah nyata dari pemerintah melalui Balai Taman Nasional Gunung Palung, untuk mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kegiatan rehabilitasi kawasan hutan.

Langkah ini diharapkan dapat didukung dan diikuti oleh seluruh stakeholder yang berkepentingan, sehingga kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan tanpa adanya sampah plastik.

Balai Taman Nasional Gunung Palung akan terus mendorong melibatkan anggota kelompok dalam memproduksi ecopolybag. Selain mengurangi sampah plastik, kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Bahan baku untuk membuat ecopolybag bukan hanya dari bambu, tapi juga dari jenis lainnya seperti nipah, pandan atau jenis organik lainnya.

Menurut Ari, di Taman Nasional Gunung Palung, ecopolybag yang dihasilkan anggota kelompok dibeli dan diserap untuk kegiatan rehabilitasi hutan yang lebih ramah lingkungan. Balai taman nasional juga menyediakan pusat informasi untuk melatih para anggota kelompok agar dapat membuat ecopolybag yang baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BambuKLHKsampah plastikTaman Nasional
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Layanan Cuaca dan Iklim Maritim Indonesia Akan Ditingkatkan

Next Post

Google News Initiative – AMSI Gelar Pelatihan Periklanan Digital

Postingan Terkait

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

19 Juli 2026
Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

19 Juli 2026

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Next Post
Pelatihan Cek Fakta di Gorontalo, AMSI: Publik Butuh Konten yang Sehat

Google News Initiative - AMSI Gelar Pelatihan Periklanan Digital

Komentar tentang post

TERBARU

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

AmsiNews

REKOMENDASI

Waspada Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

Karang Merah, Kepala Kambing, Triton, Lola dan Kima Disita Petugas di Baubau

Maluku dan Maluku Utara Dilayani 30 Kapal Perintis dan 5 Tol Laut

Majelis Rektor Sedang Merumuskan Bentuk Kampanye di Kampus

Limbah Masker Sulit Terurai dan Sangat Infeksius

Banjir Melanda Sumbawa Barat dan Lombok Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.